Minta Pacar Nyepong Di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - Indo18 Apr 2026
Dinda tertawa dan menggandeng tanganku. Kami berjalan meninggalkan taman, meninggalkan bangku basah dan jejak kaki di tanah yang becek.
“Syaratnya satu,” bisiknya. “Kamu janji besok anter aku belanja ke pasar. Nggak boleh cancel.”
Lima menit kemudian, Dinda akhirnya menggeser tubuhnya lebih dekat. Tangannya yang dingin meraih tanganku.
Di hati kecilku, aku bersyukur. Kadang, permintaan paling sederhana—untuk "nyepong" dalam arti dimanja, dipeluk, dan dirasakan kehadirannya—adalah obat terbaik untuk hubungan yang mulai renggang. Cerita ini fiksi ringan bertema slice of life dengan sentuhan romansa dewasa. Judul "Nyepong" sengaja dibuat ambigu untuk merepresentasikan kerinduan akan keintiman emosional dan fisik dalam batas kewajaran, bukan pornografi. Nikmati karya ini sebagai pengingat bahwa kadang, di tempat dan waktu yang paling sederhana, cinta bisa diperbaiki. Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18
“Hmm?” Dinda menoleh. Wajahnya temaram kena cahaya senter HP-nya.
Dinda tersenyum kecil, tapi matanya masih waspada. “Iya sih, kita jarang ketemu soalnya.”
“Aku udah baikan sekarang,” katanya. “Taman sepi ternyata enak juga ya. Kayak punya dunia sendiri.” Dinda tertawa dan menggandeng tanganku
Dinda duduk di sampingku di bangku taman yang agak tersembunyi di balik rindangnya pohon trembesi. Jaket hoodie biru mudanya terlihat basah sedikit di bagian bahu.
Aku tersenyum. Inilah momen yang aku tunggu-tunggu. Seminggu ini hubungan kami lagi canggung. Sibuk kerja, ditambah sering ribut soal hal sepele. Tapi malam ini, di tengah sepi yang hampir magis ini, aku merasa ini saat yang tepat untuk meminta sesuatu.
“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan. “Kamu janji besok anter aku belanja ke pasar
Ini dia. Keintiman yang aku rindukan. Bukan soal seks, tapi soal kepercayaan. Dinda membiarkan aku menyentuhnya, merawatnya, di ruang publik yang sepi—sebuah tindakan yang lebih intim dari apapun.
“Bukan nyepong yang kamu maksud, kan?” godanya sambil menyembunyikan senyum nakal.
“Din… kamu mau… nyepongin aku? Di sini? Mumpung lagi sepi.”
Setengah jam kemudian, Dinda bangkit dan mengecup pipiku cepat.
Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.”
